Sehari Petualangan di Museum Nasional

Pada Februari lalu, mahasiswa-mahasiswi Program Studi Industri Perjalanan mengadakan kegiatan kunjungan ke Kota Jakarta. Sebagai salah satu objek wisata kebanggaan wakga ibukota, kami pun tak luput pula mengunjungi Museum Nasional. Ketika melangkahkan kaki di kompleks Museum Nasional Indonesia, kami dibuat terperangah dengan arsitektur bangunan yang luar biasa megah dan indah. Sebuah monument berbentuk gajah dan monumen tentang perjuangan rakyat Indonesia berdiri gagah menyambut kedatangan kami.
Gading Gajah Purba Stegodon Sp. di Museum Nasional
Museum Nasional atau akrab disebut Museum Gajah merupakan salah satu museum paling pertama yang dimiliki Indonesia. Museum yang berada di Jakarta ini memiliki koleksi hingga mencapai jumlah 141.899 buah. Koleksi terdiri atas 61.600 buah peninggalan masa prasejarah dan artefak antropologi, lebih dari 5000 artefak antropologi dari Indonesia dan Asia, dan ribuan peninggalan lainnya. Koleksi sebanyak itu didapat pihak museum dari berbagai sumber. Selain hibah dari pemilik (minimal usia barang 150 tahun dan peninggalan turun-temurun), koleksi juga didapat dari pelelangan, hasil pembelian, temuan kolektor, ataupun berasal dari hasil rampasan perang.
Jenis koleksi di dalam Museum sendiri dibedakan atas tujuh macam yaitu koleksi prasejarah, koleksi sejarah, koleksi arkeologi, koleksi ethnografi, koleksi astronomi dan numerologi, koleksi keramik, dan koleksi geografi. Semuanya tersebar dalam dua buah gedung pameran di dalam museum. Untuk setiap lantai pameran koleksi di museum Nasional, khususnya di Gedung B, terdapat highlight koleksi tersendiri yang menarik minat setiap wisatawan. Berikut adalah bagian-bagian ruangan pameran dalam Museum Nasional:

Gedung Gajah (Gedung A) Museum Nasional

Gedung Arca (Gedung B)
sumber: kebudayaan.kemendikbud.co.id

·         Gedung A (Gedung Gajah):
o   Koleksi Sejarah
o   Koleksi Tekstil
o   Koleksi Keramik
o   Koleksi Ethnografi
o   Koleksi Prasejarah
o   Koleksi Arkeologi

·         Gedung B (Gedung Arca):
o   Lantai 1: Manusia Indonesia dan Lingkungannya
o   Lantai 2: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Ekonomi
o   Lantai 3: Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman
o   Lantai 4: Khasanah Emas dan Keramik
o   Lantai 5-7: Kantor Kepengurusan Museum

·         Gedung C (dalam pembangunan):
Direncanakan gedung ini akan dibuka dalam beberapa tahun kedepan. Selain berisi koleksi, gedung interaktif ini juga akan berisi bioskop dan lingkungan komersil.

Salah satu gamelan koleksi Museum Nasional
Sebagai sebuah museum, Museum Nasional telah berhasil menjadikan kegiatan observasi dan pembelajaran di museum menjadi hal yang menyenangkan bagi pelajar. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sekolah-sekolah yang mengunjungi museum ini untuk kegiatan darmawisata. Bukti lainnya didukung melalui informasi yang kami dapatkan dari pemandu wisata. Menurut pemandu, Museum Nasional selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pada hari kerja, hampir semua pengunjung yang datang berasal dari kalangan pelajar. Selama berkeliling di museum pun para siswa terlihat sangat antusias dan menikmati kunjungan. Museum Nasional juga memiliki berbagai fasilitas lain yang dapat memudahkan kunjungan wisatawan. Untuk layanan tour dengan panduan guide, Museum Nasional menyediakan beberapa jenis tour. Selain tour umum  berbahasa Indonesia yang bisa dinikmati oleh pengunjung, ada juga layanan tour berbahasa inggris yang dilaksanakan oleh Indonesian Herigate Society (IHS), sebuah organisasi non profit yang berfokus pada proyek dukungan kepada museum-museum. Sayangnya, pemandu yang tersedia jumlahnya sangat terbatas sehingga tour yang bisa dijalankan juga terbatas.
Untuk mencapai Museum Arkeologi terbesar di Asia Tenggara ini, banyak moda transportasi yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan. Letak museum yang ada di tengah kota Jakarta membuatnya mudah digapai melalui segala arah. Museum ini dilewati oleh beberapa koridor Bus Transjakarta seperti koridor 1 (Blok M-Kota) dan koridor 3B (Kalideres-Pulogadung). Nantinya, wisatawan dapat langsung turun di Halte Monumen Nasional yang letaknya tepat di depan museum. Pilihan moda transportasi lainnya dapat dicapai melalui kereta api. Wisatawan dapat naik KRL Commuter Line rute Jakarta Kota-Bogor/Depok (Rute warna merah) atau rute Cikarang–Jakarta Kota (Rute warna biru) lalu turun di Stasiun Juanda yang jaraknya sekitar 15 menit berjalan kaki menuju museum. Jangan khawatir bagi Anda yang ingin berjalan kaki menuju museum. Keberadaan trotoar yang luas akan menjamin keselamatan dan kenyamanan Anda selama berjalan kaki menuju museum. Jika Anda ingin menikmati fasilitas dari pemerintah, Anda dapat naik bus tingkat wisata gratis milik Pemda DKI Jakarta. Anda bisa naik dari kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Masjid Istiqlal, atau Senayan lalu turun di halte Museum Nasional atau Monumen Nasional.
Dengan segala kemudahan akses dan fasilitas di dalam Museum Nasional, tidaklah mengherankan jika museum ini menjadi salah satu museum yang paling diminati oleh segala usia. Ayo berkunjung ke Museum. Inilah saatnya Anda berwisata sekaligus menambah ilmu.

ALAMAT
Jl. Medan Merdeka Barat no.12, Gambir, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110 (sebelah kantor pusat Radio Republik Indonesia/RRI)

JAM OPERASIONAL
Senin dan hari libur Nasional: tutup
Selasa-Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
Sabtu-Minggu: 08.00 – 17.00 WIB

LAMA KUNJUNGAN
±150 menit (2,5 jam)

HARGA TIKET MASUK
Personal
·         Dewasa             : Rp 5.000,00
·         Anak-anak         : Rp 2.000,00
·         Mancanegara    : Rp 10.000,00

Rombongan (Minimal 20 orang)
·         Dewasa             : Rp 3.000,00/orang
·         Anak-anak         : Rp 1.000,00/orang


·          
CONTACT

Telp: (021) 386 8172
Twitter: @MuseumNasional




Komentar

Postingan Populer