Catatan Dia yang Hilang
Waktu dulu mereka bilang aku anak
Maka aku menikmati dunia seperti anak-anak
Bermain, bernyanyi, bertepuk, menikmati hidup
Hanya tahu mengikuti kata hati
Waktu ku kecil dunia ini hitam dan putih
Tak tahu apa yang benar dan apa yang salah
Tak tahu ada yang jahat dan ada yang baik
Hanya tahu kita semua teman dan saudara
Waktu berlalu semua tak lagi seperti dulu
Kini aku bukan lagi anak itu
Aku yang kini bukan anak bukan juga dewasa
Sebuah fase yang mereka sebut remaja
Aku tak tahu mengapa kini semua terasa rumit
Dunia tak lagi hitam dan putih
Dibalik semua ada abu-abu yang mengintip
Abu-abu hitam dan abu-abu putih
Dibalik jahat belum tentu hitam
Dibalik baik belum tentu putih
Bahkan, rasa pun berbeda
Rasa bukan lagi hanya senang, marah, dan sedih
Ia pun telah bertransformasi menjadi rasa yang tak lagi kumengerti
Dan lagi, membuatku sering termenung dalam pemikiran tanpa henti
Dunia memang baik kepada mereka yang kecil
Tapi ketika bertumbuh, ia akan mulai menunjukkan taringnya
Dunia tak bisa ramah pada mereka yang dewasa
Maka tekanan itu dimulai saat remaja
Memang dunia ini tidak selalu kejam
Ia tetap menyelipkan sesuatu yang indah, cinta namanya
Tapi cinta pun dapat membuat diri hilang
Saat kau terlalu tenggelam dan tak bisa keluar
Jika ku hilang dalam memori masa kecil
Aku sering bertanya pada diriku
Dimanakah sebenarnya aku yang dulu?
Kini aku hanya tahu bahwa aku adalah aku
Tapi, siapakah 'aku' itu?
Bukan, bukan namaku yang menjadi aku
Aku adalah aku, sesederhana itu
Ya, aku hanya perlu tahu siapa diriku
Maka aku pun memulai perjalananku
Mencari 'aku' yang tak pernah kutahu telah hilang dariku
Berpacu dengan waktu untuk temukan diriku
Sebelum ku terlambat dan hilanglah masa mudaku
Yogyakarta, 25/ 4/ 2015

Komentar
Posting Komentar